𝐑𝐔𝐓𝐈𝐍𝐈𝐓𝐀𝐒 𝐌𝐔𝐋𝐈𝐀 𝐒𝐀𝐍𝐓𝐑𝐈 𝐉𝐀𝐐𝐔𝐈𝐍
Qiyamullail, Ziyadah Hafalan Ba’da Subuh hingga Sholat Syuruq
𝐎𝐥𝐞𝐡 : 𝐑𝐢𝐲𝐚𝐧 𝐈𝐫𝐡𝐚𝐦𝐬𝐲𝐚𝐡, 𝐒.𝐏𝐝.𝐈
Di lingkungan JAQUIN (Jabal Qur’an Indonesia), para santri dibiasakan untuk menghidupkan hari-harinya dengan ibadah, disiplin, dan kedekatan kepada Al-Qur’an. Salah satu rutinitas yang menjadi kebiasaan mulia para santri adalah melaksanakan qiyamullail sebelum Subuh, dilanjutkan dengan ziyadah hafalan Al-Qur’an ba’da Subuh hingga masuk waktu syuruq, kemudian ditutup dengan sholat syuruq.
Malam yang sunyi menjadi waktu terbaik bagi para santri untuk bermunajat kepada Allah SWT. Sebelum adzan Subuh berkumandang, para santri bangun untuk melaksanakan qiyamullail, menunaikan sholat tahajud, witir, serta memperbanyak doa dan istighfar. Inilah waktu yang penuh keberkahan, sebagaimana Allah SWT berfirman:
> “Dan pada sebagian malam hari, sholat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu.”(QS. Al-Isra’: 79)
Qiyamullail bukan hanya melatih kekuatan fisik untuk bangun di sepertiga malam, tetapi juga mendidik hati agar senantiasa ikhlas, sabar, dan dekat dengan Rabb-nya. Dari malam yang dipenuhi doa itulah lahir semangat dan ketenangan dalam menuntut ilmu serta menghafal Al-Qur’an.
Setelah melaksanakan sholat Subuh berjamaah, para santri melanjutkan kegiatan dengan ziyadah hafalan Al-Qur’an. Di suasana pagi yang tenang dan penuh keberkahan, mereka duduk di halaqah masing-masing untuk menambah hafalan, muroja’ah, dan memperbaiki bacaan bersama para ustadz dan ustadzah.
Rasulullah ﷺ bersabda:
> “Ya Allah, berkahilah umatku pada waktu paginya.”(HR. Tirmidzi)
Karena itu, waktu pagi menjadi saat yang sangat istimewa bagi para penghafal Al-Qur’an. Pikiran yang masih jernih dan hati yang tenang membantu para santri lebih mudah dalam menghafal dan memahami ayat-ayat Allah SWT.
Menjelang terbit matahari, para santri tetap berada di majelis dzikir dan tilawah hingga masuk waktu syuruq. Setelah itu, mereka menunaikan sholat syuruq berjamaah sebagai penutup rutinitas ibadah pagi mereka.
Rasulullah ﷺ bersabda:
> “Barang siapa sholat Subuh berjamaah, kemudian ia duduk berdzikir kepada Allah hingga matahari terbit, lalu ia sholat dua rakaat, maka baginya pahala seperti pahala haji dan umrah, sempurna, sempurna, sempurna.”(HR. Tirmidzi)
Rutinitas ini menjadi pendidikan ruhani yang sangat berharga bagi para santri JAQUIN. Mereka diajarkan untuk memulai hari dengan ibadah, Al-Qur’an, dan dzikir kepada Allah SWT. Dari kebiasaan inilah diharapkan lahir generasi Qur’ani yang kuat hafalannya, mulia akhlaknya, disiplin ibadahnya, dan mampu menjadi penerang bagi umat.
“Malam dihiasi qiyamullail, pagi ditemani Al-Qur’an, dan hati disinari keberkahan hingga terbitnya mentari.”


